Bangun pagi untuk sebagian orang sudah menjadi sebuah kebiasaan
dan rutinitas yang dilakukan setiap hari, namun untuk sebagian lainnya,
kebiasaan ini merupakan suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Kebiasaan
tidur hingga larut malam atau begadang karena mengerjakan pekerjaan
tertentu menjadi salah satu penyebabya.
Bagi anda yang punya kebiasaan bangun kesiangan tersebut sebaiknya
hilangkan, karena ternyata bangun pagi membuat tubuh kita lebih sehat,
pikiran fokus serta hidup menjadi lebih bahagia.
berikut adalah manfaat bangun pagi yang saya kutip dari manfaat bangun pagi
1. Lebih mudah berolahraga
Bangun lebih pagi membuat kita lebih mudah menjadwalkan olahraga. Menurut sebuah studi dalam jurnal SLEEP 2014
yang dipaparkan pada pertemuan tahunan Associated Professional Sleep
Societies, seseorang yang tidur terlalu malam sehingga jam tidurnya
berkurang akan sulit untuk berolahraga.
2. Lebih ceriaMenurut sebuah laporan studi dari jurnal Emotion
tahun 2012 disebutkan bahwa orang-orang yang bangun lebih pagi akan
lebih bahagia dibandingkan mereka yang terlambat bangun. Selain itu,
bangun pagi juga membuat seseorang lebih sehat sebab rutinitas hariannya
menjadi lebih tertata.
3. Lebih proaktifOrang-orang
yang bangun lebih pagi cenderung setuju dengan pernyataan yang
menunjukkan tindakan dan pikiran. Mereka cenderung berpikir, “Saya
memiliki waktu yang panjang untuk mencapai tujuan. Selain itu, seperti
disebutkan dalam Journal of Applied Social Psychology, mereka juga lebih bertanggung jawab.
4. Makan lebih sehatOrang
yang tidur telalu malam sehingga tak bisa bangun pagi rata-rata
mengkonsumsi 248 kalori lebih banyak. Tak hanya itu, mereka juga makan
dua kali lebih cepat dan mengkonsumsi buah dan sayur setengah porsi
lebih sedikit dibandingkan mereka yang bangun pagi. Menurut studi dari
Universitas Northwestern, Amerika Serikat, mereka juga memiliki berat
badan yang kurang ideal.
5. Terhindar dari depresiSebuah
studi di Jerman pada tahun 2013 menyebutkan mereka yang cenderung tidur
terlalu larut dan sulit bangun pagi memiliki risiko depresi yang
tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar